Mencegah Resiko Serangan Jantung Dengan Secangkir Teh

Flavonoids dikenal sebagai salah satu substansi antioksidan dalam air teh yang berkekuatan sangat kuat hingga dapat menghilangkan efek merusak yang terjadi pada oksigen dalam tubuh manusia. Sekarang ini para peneliti sangat tertarik mengenai potensi manfaat substansi kimiawi tersebut yang juga banyak terkandung dalam bawang bombay, apel, dan anggur merah.

Sementara penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa minum teh adalah baik bagi kesehatan jantung, temuan terakhir menyimpulkan kebenaran efek dramatik tersebut bagi pria maupun wanita. Penelitian tersebut mencakup hasil penelitian atas teh yang dihasilkan dari jenis teh hitam. Para ilmuwan peneliti menyatakan bahwa teh hitam mengandung plavonoids yang berkekuatan lebih kuat dibanding teh hijau, sementara teh herbal disimpulkan ternyata tidak mengandung sedikitpun flavonoids. Hasil penelitian terbaru para peneliti Belanda memperlihatkan bahwa orang yang meminum satu hingga dua gelas teh setiap hari akan menurunkan resiko sampai sekitar 46% terhadap gangguan penyakit aortic atherosclerossis, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan terjadinya penimbunan lemak atau substansi lainnya dalam dinding dalam saluran pembuluh darah. Dengan minum sampai 4 gelas teh maka penurunan angka resiko berkurang sampai 69%.

Hasil temuan didasarkan atas penelitian di Belanda terhadap 3,454 orang yang berkondisi bebas dari gejala penyakit jantung pada awal penelitian dilakukan. Hasilnya dipublikasikan dalam edisi terakhir Archives of Internal Medicine, suatu jurnal ilmiah terbitan Chicago, USA.

Makanan yang dapat mencegah penyakit serangan jantung.

Dr. Michael Gaziano seorang spesialis jantung di Sekolah Kedokteran Universitas Harvard – yang berafiliasi dengan Rumah Sakit Brigham and Women di Boston- pada bulan Juli, juga mempublikasikan hasil temuan serupa pada konfrensi Royal Society of Medicine di London. Riset tersebut disponsori oleh the National Heart Lung and Blood Institute, USA, yang juga dipublikasikan dalam The American Journal of Epidemiology. Penelitian oleh Gaziano menelaah 340 lelaki dan wanita yang pernah menderita serangan jantung, dan memasangkan mereka menurut kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah tempat tinggalnya dengan orang-orang yang sama sekali belum pernah mendapat gangguan jantung, untuk kemudian diteliti kebiasaan mereka dalam minum kopi dan minum teh selama sekitar setahun penelitian. Dalam penelitian juga dilakukan koreksi terhadap perilaku yang mungkin dapat menimbulkan penyimpangan dari hasil yang dituju dalam penelitian, seperti kebiasaan merokok, keaktifan berolahraga, minum minuman keras, dan catatan penyakit jantung dalam keluarga. Jumlah total kalori yang dikonsumsi dari jenis makanan yang berlemak dan indeks berat badan – yang memperbandingkan lingkar kegemukan/girth orang menurut tinggi badan yang berbeda guna menentukan tingkat kegemukan- yang dibuat hampir sama dalam kedua kelompok tersebut.

Secara keseluruhan temuan penelitian menunjukkan ,bahwa orang-orang yang minum secangkir sampai dua cangkir teh sehari mengalami penurunan resiko terhadap serangan jantung sampai 44 % dibandingkan terhadap orang yang sama sekali tidak minum teh. Penelitian sendiri tidak membandingkan manfaat yang didapat dengan minum 1 cangkir dibanding dengan 2, 3, atau 4 cangkir. “Ini merupakan hasil yang cukup menakjubkan, hasil yang benar-benar menarik ” komentar Dr. Catherine Rice-Evans seorang peneliti mengenai antioksidan di universitas King’s College, dimana dirinya tidak berkaitan lansung dengan studi yang dilakukan.

Kopi tidak memiliki efek terhadap terjadinya serangan jantung, biarpun kopi tersebut telah diproses decaffeinated. Sementara penelitian lainnya telah memperlihatkan bahwa menambahkan susu, gula pasir ataupun lemon ke dalam air teh tidak menghilangkan efek manfaat flavonoids. Tidak ditemukan adanya perbedaan manfaat dalam meminum teh apakah panas atau dingin, ataupun dengan beda cara penyeduhannya apakah langsung dari daun teh kering, teh celup, ataupun dari kristal granulasi teh. Demikian pernyataan Dr. Paul Quinlan seorang ahli biokimia yang mengepalai unit riset kesehatan pada perusahaan Brook Bond. Quinlan mengungkapkan bahwa setiap sel dalam tubuh manusia mengalami sekitar 1,000 kali serangan dari radikal bebas yang berasal dari sinar matahari, radiasi, polusi, merokok, maupun kerusakkan jaringan setiap harinya. Sehingga lebih besar perlindungan yang didapat terhadap gangguan yang merusak sel maka berarti semakin baik jadinya.
Teh merupakan sumber plavonoids yang sangat besar, yang dapat mencegah kerusakkan sel yang dapat menimbulkan serangan jantung, kanker, dan pembekuan darah pada pembuluh darah. Menurut Quinlan dua cangkir teh memiliki kekuatan anti-oksidan setara dengan 4 apel, 5 bawang bombay, 7 jeruk orange, atau 2 gelas anggur merah.

Seberapa Banyak Minum Teh ?

Pertanyan mengenai seberapa banyak teh yang sebaiknya diminum dan seberapa lamanya pengawetan teh yang diperlukan guna mendapatkan manfaat yang terbesar demi kesehatan jantung sampai kini masih terbuka untuk diperdebatkan. John Folts seorang spesialis jantung Universitas Winconsin yang meneliti efek flavonoids terhadap jantung dan dirinya tidak terkait dengan penelitian dengan studi di atas, menyatakan bahwa secangkir kopi setiap hari agaknya sudah cukup. Penelitiannya atas anjing mengindikasikan bahwa dibutuhkan 6 cangkir teh sehari guna mencegah terjadinya pembekuan darah dalam pembuluh arteri jantung yang menimbulkan serangan jantung karena terhentinya aliran darah ke jantung. Namun Quinlan mengingatkan bahwa teh merupakan salah satu bagian saja dari elemen yang dapat menghindarkan terjadinya resiko serangan jantung dan semestinya jangan dianggap sebagai unsur pengganti untuk makan buah-buahan dan sayuran, berhenti merokok, membatasi makanan berlemak ataupun segala kebiasaan yang sehat lainnya.
Penelitian terakhir menjelaskan bahwa, minum teh paling tidak secangkir sehari dapat mengurangi resiko serangan jantung sampai hampir setengahnya. Pengolahan teh menghasilkan komponen yang dikenal sebagai flavonoids yang dapat menetralisasikan zat kimiawi beracun yang dapat merusak sel – yang seterusnya dapat menimbulkan serangan jantung, stroke dan kanker.


0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih bila Anda telah memberikan komentar.
Thank you if you have to comment.

 

Your Message Here

Ekspresi ©  Copyright by: Jaga Sehat